Pulang dari Jawa Timur, Tiga Santri di Simeulue Positif COVID-19 Hasil Rapid Test

0
34

Meulaboh  – Sebanyak tiga orang santri di Kabupaten Simeulue, sebuah kawasan pulau terluar di Provinsi Aceh terinfeksi virus Corona (COVID-19) sesuai hasil rapid tes yang dilakukan pada Sabtu (25/4).

Ada pun ketiga santri tersebut masing-masing berinisial HR (25) dan AD (25) warga Kecamatan Simeulue Timur serta AS (20) warga Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue.

“Dapat kami jelaskan kepada seluruh masyarakat, tiga orang santri ini positif berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan rapid test, bukan positif COVID-19. Kita bedoa agar hasil pemeriksaan selanjutnya (SWAB) negatif,” kata Juru Bicara Gugus Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Simeulue, Ali Muhayatsyah yang dihubungi dari Meulaboh, Ahad siang.

Menurutnya, pemeriksaan rapid test tersebut dilakukan terhadap enam orang santri yang selama ini belajar di sebuah pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur, setelah semua santri tersebut tiba di Simeulue, Aceh secara bertahap pada Kamis (23/4) dan Sabtu (25/4).

Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan pada Sabtu (25/4) sebanyak tiga dari enam orang santri yang diperiksa tersebut dinyatakan positif berdasarkan rapid test, sehingga langsung dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan.

Ada pun ketiga santri tersebut masing-masing berinisial HR (25) dan AD (25) warga Kecamatan Simeulue Timur serta AS (20) warga Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue.

Sedangkan tiga orang santri yang dinyatakan negatif sesuai hasil rapid test masing-masing berinisial SF (20) warga Kecamatan Simeulue Barat, serta GA (17) dan SA (28) warga Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Disisi lain Pemerintah Kabupaten Simeulue juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di daerah kepulauan tersebut agar mematuhi protokol kesehatan yang diterbitkan oleh pemerintah.

Masyarakat juga diimbau agar tidak keluar rumah apabila tidak perlu, selalu memakai masker apabila beraktifitas di luar rumah, menghindari keramaian seperti pasar dan warung kopi, selalu mencuci tangan serta menghindari kontak fisik seperti pelukan dan salaman, tutur Ali Muhayatsyah. (Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here